时间:2026-04-03 02:33:23 来源:网络整理 编辑:teknologi
negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor li pianoqq
negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam 'sweetener'-nya,pianoqq
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan akan memberikan insentif untuk program konversi motor bensin menjadi motor listrik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kementerian ESDM.
“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ucap Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.
Akan tetapi, ia belum menentukan berapa jumlah target motor yang akan dikonversi, maupun nilai subsidi yang akan digelontorkan untuk program konversi motor listrik.
Target maupun jumlah insentif akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Baca juga: Pemerintah targetkan konversi motor listrik hingga 6 juta per tahun
Baca juga: Prabowo bentuk satgas transisi energi percepat konversi motor listrik
“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” ucap Bahlil.
Konversi motor bensin menjadi motor listrik, kata Bahlil, merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi dan melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.
Diwartakan sebelumnya, Bahlil mengumumkan pemerintah membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi program, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik.
Ia menyampaikan skema dukungan masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk untuk mempercepat implementasi energi bersih.
Satgas ini dibentuk untuk percepatan konversi dari kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta motor menjadi motor listrik.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat2026-04-03 02:21
PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang2026-04-03 01:38
Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah2026-04-03 01:31
Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate2026-04-03 01:31
Bhayangkara FC petik empat kemenangan beruntun2026-04-03 01:25
Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan2026-04-03 01:19
Persik siap hadapi Persis untuk kembali ke jalur kemenangan2026-04-03 00:44
Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 22026-04-03 00:14
Persik Kediri yakin bisa bobol gawang Persib di GBLA2026-04-02 23:57
Malut United evaluasi lini pertahanan setelah imbang 32026-04-02 23:47
Bali United permalukan tuan rumah Arema FC 42026-04-03 02:30
Pelatih Arema evaluasi performa pemain usai ditumbangkan Bali United2026-04-03 02:22
Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan2026-04-03 02:19
Lawan PSBS Biak, debut Imran Nahumarury bersama Semen Padang2026-04-03 01:44
PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM2026-04-03 01:31
Beckham Putra tekankan pentingnya jaga pola makan di Ramadhan2026-04-03 01:29
Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak2026-04-03 01:08
PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series2026-04-03 01:00
PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang2026-04-02 23:53
Malut United evaluasi lini pertahanan setelah imbang 32026-04-02 23:51